Kamis, 30 Agustus 2012

MOKA-KU a.k.a OSPEK

Ospek itu istilah untuk masa orientasi mahasiswa baru zaman dulu,,zaman Mbak saya,,zaman mas saya.. :) namun seiring dengan berjalanx waktu,,istilah itu berganti nama.. kl waktu saya masuk S1 dulu d Malang-d UM-,,namax PKPT.. Pengenalan Kehidupan Perguruan Tinggi.. kl sekarang d Bandung-lebih tepatnya di UPI-namanya Moka-ku.. Moka-ku itu kependekan dari Masa Orientasi KAmpus dan Kuliah Umum.. namun pada hakikatnya yaah sama aja mulai zaman dulu hingga kini.. teteup ngebuat mahasiswa baru itu terlihat 'culun'.. tp kl buat saya mah,,kakak2 panitia ospek itu terlihat keren karena mereka pada make' jas aja.. :p lagipula ospek zaman skrg ini agak 'longgar' dibanding zaman dulu yang cenderung agak 'ketat'.. ketat dan longgar dalam hal aturan maksudnya.. tapi teteup,,tiap mahasiswa baru selalu aja di minta untuk membuat PKM (Program Kreativitas Mahasiswa).. -,-" namun ketika saya dulu jd MAhasiswa BAru d S1 disingkat maba.. tidak d UPI.. disini disingkatnya MARU,,MAhasiswa baRU.. yahh.. begitulahh.. beda kampus,,beda kota,,beda nama.. :)

Mokaku ini berlangsung selama 4 hari (28-31 Agust).. tapi untuk kami-yang S2-hanya diminta untuk hadir di hari pertama saja.. itupun tidak wajib.. jika berkenan hadir,, yaa datang.. namun jika masih ingin bersantai di rumah,,yaa monggo.. :D
dan perbedaan dalam hal kostum..kl anak S1 kostumnya hitam putih dgn semua atributnya,,tapi kl utk S2 kostumnya bebas.. bebas pantas dan sopan tentunya..

ketika pejabat kampus memasuki ruangan..


dan yang membuat saya tertarik adalah adanya pemisahan tempat duduk buat maru yg putri dan putra.. amaziiinngg...






Menepati janji

Allah SWT berfirman:

"Penuhilah janji, sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggunganjawabannya." (Al-Isra:34)

"Dan tepatilah perjanjian dengan Allah apabila kamu berjanji." (An-Nahl:91)

"Hai orang-orang yang beriman, penuhilah segala janji dan akadmu." (Al-Maaidah:1)

"Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan? Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apa yang tidak kamu kerjakan." (Ash-Shaaf:2-3)

1. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Tanda orang munafik itu ada tiga, yaitu: bila berkata ia dusta, bila berjanji ia ingkar, dan bila dipercaya ia khianat." (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Muslim terdapat tambahan: "Walaupun ia berpuasa dan mengerjakan sholat serta beranggapan bahwa dirinya muslim."

2. Dari Abdullah bin Amr bin Al-Ash ra. ia berkata: Nabi SAW bersabda: "Ada empat perbuatan yang apabila seseorang melakukannya, ia benar-benar orang munafik. Dan siapa saja yang mengerjakan salah satu dari perbuatan itu, berarti ia telah mengerjakan salah satu dari perbuatan nifak, sampai ia meninggalkannya, yaitu: apabila dipercaya ia berkhianat, apabila berkata ia dusta, apabila berjanji ia melanggar, dan apabila berdebat ia melampaui batas." (HR. Bukhari dan Muslim)

3. Dari Jabir ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda kepada aku: "Jika harta dari Bahrain datang aku akan memberimu sekian, sekian, dan sekian. Namun, sampai Nabi SAW wafat harta dari Bahrain belum juga datang. Ketika harta dari Bahrain datang, Abu Bakar ra. menyuruh seseorang mengumumkan: "Barangsiapa yang dijanjikan atau menghutangi Rasulullah SAW, hendaknya datang kepada kami." Aku berkata kepada Abu Bakar ra.:"Sesungguhnya Rasulullah SAW pernah bersabda kepadaku begini dan begini. Maka Abu Bakar mengambil dua genggam lalu diberikan kepadaku lalu aku hitung uang itu ternyata sebanyak lima ratus. Abu Bakar lantas berkata: "Ambillah dua kali itu." (HR. Bukhari dan Muslim)

Rabu, 29 Agustus 2012

Welkaaaaammmmm..

Alhamdulillah.. Syukurku hanya padaMu yaa Rabb.. Engkau belai mimpi2..Engkau jadikan nyata keinginan2,,yang pernah terucap melalui lisan atau pun yang sekedar terbesit di hati..


Menyimpan rahasia

Allah SWT berfirman:
“Penuhilah janji; sesungguhnya janji itu pasti diminta pertanggunganjawabannya.” (Al Isra:34)

1. Dari Abu Sa’id Al-Khudriy ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya orang yang paling hina di sisi Allah pada hari kiamat adalah suami atau isteri yang bercampur kemudian menyebarkan rahasianya.” (HR. Muslim)

2. Dari Abdullah bin Umar ra., ia berkata: Ketika Hafshah putri Umar menjadi janda, Umar berkata: “Aku bertemu dengan Utsman bin Affan ra., lalu aku tawarkan Hafshah kepadanya.” Umar berkata: “Jika kamu mau, akan aku nikahkan dengan Hafshah putriku.” Utsman bin Affan menjawab: “Beri aku kesempatan berpikir.” Selang beberapa hari ia menemui Umar dan berkata: "Aku tidak akan menikah saat ini." Kemudian Umar bertemu Abu Bakar ash-Shiddiq ra., dan berkata kepadanya: "Jika kamu mau, akan aku nikahkan dengan putriku, Hafshah." Abu Bakar ra. diam, tidak memberikan jawaban apa-apa kepada Umar. Sehingga Umar merasa lebih tersinggung daripada penolakan Utsman. Selang beberapa hari Nabi SAW melamar Hafshah, dan langsung dinikahkan. Kemudian Abu Bakar menemui Umar dan berkata: "Mungkin kamu tersinggung saat menawarkan Hafshah kepada aku sedang aku tidak memberi jawaban." Umar menjawab: "Ya." Abu Bakar berkata lagi: "Sungguh tidak ada yang menghalangi aku menerima tawaran itu. Hanya saja, aku telah mengetahui, bahwa Nabi SAW menyebut-nyebutnya. Dan aku tidak mau menyebarluaskan rahasia Rasulullah SAW. Seandainya Nabi SAW tidak ingin mengambil Hafshah sebagai isteri beliau, niscaya aku akan menerimanya." (HR. Bukhari)

3. Dari Aisyah ra., ia berkata: Ketika kami, para isteri Nabi SAW, berada di sekelilingnya, datanglah Fatimah ra. yang jalannya mirip Rasulullah SAW. Ketika beliau melihatnya, langsung disambut seraya bersabda: "Selamat datang anakku." Beliau menyuruhnya duduk di sebelah kanan atau kiri beliau seraya membisikkan sesuatu di telinganya. Kemudian Fatimah ra. menangis keras sekali. Beliau kasihan melihatnya, lantas membisikkan sesuatu lagi dan ia (Fatimah) tersenyum. Maka aku bertanya kepadanya: "Rasulullah SAW mengistimewakan kamu dengan rahasia-rahasia melebihi kepada isteri-isterinya, namun lalu kenapa kamu menangis."
Ketika Rasulullah SAW telah pergi, aku (Aisyah) bertanya kepadanya: "Apa yang dibisikkan Rasulullah SAW kepadamu?" Fatimah menjawab: "Aku tidak akan menyebarluaskan rahasia Rasulullah SAW." Setelah Rasulullah wafat, Aisyah mengulangi pertanyaannya: "Aku benar-benar ingin mendengar tentang sesuatu yang pernah Rasulullah SAW sampaikan kepadamu?" Fatimah menjawab: "Kalau sekarang, baiklah akan aku katakan. Pada bisikan pertama, beliau memberitahu bahwa malaikat Jibril setiap tahun datang untuk mengulangi bacaan AL-Qur'an sekali atau dua kali. "Tapi dalam waktu dekat ini, ia telah datang dua kali, dan aku yakin kalau ajalku sudah dekat. Oleh karena itu, bertakwalah kamu kepada Allah dan bersabarlah! Aku adalah sebaik-baik orang yang meninggalkan kamu." Oleh sebab itu, aku menangis seperti yang kamu lihat. Melihat yang demikian, beliau merasa kasihan dan berbisik untuk kali kedua. Beliau bersabda: "Wahai Fatimah, apakah kamu tidak ridha menjadi penghulu penghuni surga?" Oleh karena itu aku tersenyum seperti yang kamu lihat." (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Dari Tsabit bin Anas ra., ia berkata: Rasulullah SAW mengahmpiri aku. Waktu itu aku sedang bermain dengan anak-anak. Beliau mengucapkan salam dan menyuruhku untuk sebuah keperluan. Sampai aku terlambat datang kepada ibu. Ketika aku datang, ibu bertanya: "Apakah yang menyebabkan kamu terlambat datang?" Aku menjawab: "Rasulullah SAW mengutus aku untuk suatu keperluan." Ibu bertanya lagi: "Keperluan apa?" Aku menjawab: "Itu rahasia" Ibu berkata: "Kalau begitu kamu jangan meneritakan rahasia Rasulullah SAW kepada siapa pun." Anas berkata: "Demi Allah, andaikan aku boleh beritahu berita itu kepada seseorang, pasti aku juga akan memberitahumu hai Tsabit." (HR. Muslim)

Minggu, 26 Agustus 2012

Keutamaan sikap malu

1. Dari Ibnu Umar ra., ia berkata: Rasulullah SAW melewati seorang Anshor yang sedang memberi nasihat kepada saudaranya karena pemalu, lalu beliau SAW bersabda: "Biarkan ia pemalu! Sesungguhnya sikap malu merupakan bagian dari iman." (HR. Bukhari dan Muslim)

2. Dari Imran bin Hushain ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Perasaan malu selalu mendatangkan kebaikan." (HR. Bukhari dan Muslim)
Pada riwayat Muslim di sebutkan: "Sikap malu seluruhnya merupakan kebaikan"

3. Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: "Cabang iman ada enam puluh lebih, atau tujuh puluh lebih, yang paling utama adalah ucapan LAA ILAAHA ILLALLAAH (Tidak ada Tuhan Selain Allah), dan yang paling rendah adalah menyingkirkan gangguan dari jalan. Sedangkan malu adalah bagian dari iman." (HR. Bukhari dan Muslim)

4. Dari Abu Sa'id Al-Khudriy ra., ia berkata: "Rasulullah SAW sangat pemalu, melebihi seorang gadis yang dipingit. Ketika melihat sesuatu yang tidak beliau sukai, kami dapat mengetahui melalui raut wajahnya." (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama berpendapat: "Hakikat malu adalah budi pekerti yang mengajak agar meninggalkan keburukan dan mencegah dari mengurangi hak orang lain."

Dalam riwayat Abul Qasim Al-Junaid, ia berkata: "Malu adalah memandang kebaikan dan melihat kekurangan diri sendiri. Dari kedua pandangan itu, lahirlah perasaan yang dinamakan malu."